Salah satu hambatan besar yang harus dihadapi para pebisnis online di Internet dalam menjajakan produk atau jasanya di Indonesia adalah masalahtrust. Ya, masalah kepercayaan terhadap eksistensi produk/jasa dan perusahaan kita sehingga bisa langsung dipercaya oleh calon pembeli menjadi salah satu barrier sekaligus tantangan bagi kita bersama.

Namun dengan jeli dan pandai dalam memahami karakteristik dan perilaku para online buyer di Indonesia paling tidak dapat membuat kita bisa memasang strategi yang bisa beradaptasi dengan kondisi tersebut. Untuk itu tulisan kali ini akan mencoba menguak bersama bagaimana kebiasaan para pembeli online di Indonesia.

Pertama-tama biasanya para calon pembeli akan melihat-lihat (browsing) produk yang akan dibelinya. Pada tahap ini calon pembeli akan melakukan identifikasi dan pendataan informasi lengkap terhadap produk/jasa yang tersedia di situs penjual. Kemudian membanding-bandingkan dengan produk serupa keluaran vendor kompetitor, dan sebagaiinya.

Selanjutnya setelah informasi teknis dan harga produk sudah lengkap didapatkan, calon pembeli tidak lantas langsung melakukan pembelian. Melainkan menggali second opinion dan pengalaman-pengalaman dari para pengguna yang sudah memanfaatkan barang/jasa tersebut. Maka berkelanalah mereka ke situs-situs komunitas yang banyak mengulas dansharing terhadap segala hal produk tersebut. Mulai dari kualitas, garansi, purna jual, daya tahan, kelebihan kekurangan, komparasi produk dll. Maka tidak heran situs-situs tempat berkumpulnya (nongkrong) para cyber commuity seperti Kaskus bahkan blog akan ramai menjadi tempat ajang tanya jawab dan sharing produk bersangkutan.

Ajaibnya lagi, kebanyakan keputusan akhir/final yang membuat calon pembeli jadi benar-benar melakukan pembelian atau tidak berasal dari situs-situs komunitas tersebut! Walaupun memang dugaan ini masih perlu dibuktikan dengan penelitian langsung. Akan tetapi dari interaksi yang dialami selama ini telah cukup memperlihatkan indikasi kebenaran dugaan tersebut.

Sehingga tidak heran saat ini kabarnya banyak para vendor produk yang mulai menyebarkan para “mata-mata” yang ikut meramaikan situs-situs komunitas ini. Mereka secara sadar atau tidak telah menjadi agen yang menyebarkan informasi positif terhadap produk yang sedang dibahas.

Nah, setelah merasa mantap dengan seluruh data dan informasi produk dari situs penjual, bertanya ke komunitas, maka dilakukanlah eksekusi final yaitu pembelian. Setelah produk diterima ada satu “ritual” lain yang biasanya dilakukan oleh pembeli tersebut yaitu memberikan semacam testimoni atau kesan pengalamannya setelah menggunakan produk tersebut. Tentu saja mereka mengungkapkannya di situs-situs komunitas tempat sebelumnya mereka bertanya, bahkan tidak jarang mereka langsung menuliskannya di situs jejaring sosial, hingga blog pribadi.

Oleh karena itu pesan terhadap para vendor, saat ini media-media online terutama tempat berkerumunnya masyarakat Internet yang juga sebagai potential buyer sudah menjadi ajang strategis dalam membentuk product awareness kita. Oleh karena itu siapkanlah strategi untuk bisa mengkampanyekan produk kita secara efektif dan tentu saja mengikuti aturan main dari media/situs-situs tersebut. Selamat mencoba…!